JUDUL : Whoever You Are, I Love U, Mom : Kisah Nyata
116 Anak Perempuan Tentang Suka-Duka Hubungan
Mereka Dengan Sang Ibu .
PENULIS : Iris Kasnow
SINOPSIS :
Mencintai
ibu kita kadang bukanlah suatu hal yang mudah. Terutama kalau kita sedang
marahan dengan ibu kita, atau kita merasa bahwa ibu kita tidak sayang lagi
kepada kita.
Pernah
merasakan hal seperti itu? Cobalah untuk membaca buku ini. Di dalam buku ini
ada 116 cerita dari 116 perempuan mereka tentang hubungan mereka dengan ibu
mereka. Mulai dari yang biasa-biasa saja, yang sangat harmonis, sampai yang
penuh dengan konflik. Tak hanya ibu kandung, hubungan mereka dengan ibu angkat
atau ibu tiri, atau bahkan pencarian ibu biologis, semua ada. Diceritakan pula
latar belakang singkat dari si anak perempuan dan juga ibu mereka, sebelum
masuk ke kisah utama. Semuanya berujung pada satu inti: selagi masih ada kesempatan,
luangkanlah waktu bersama ibu anda, karena saat-saat itu tidak akan terulang
lagi untuk kedua kalinya.
Kelebihan:
cerita-cerita di dalamnya beragam, ada yang unik, ada yang lucu, mengharukan,
sampai menyedihkan. Walaupun temanya "hubungan anak perempuan dengan ibu
mereka" tapi anak laki-laki juga tak ada salahnya membaca buku ini.
Sebenarnya menurut saya, tak ada salahnya mencintai ibu kita (seperti yang
dikatakan dalam buku ini), tapi ada baiknya kalau kita juga mencintai ayah kita
seperti kita mencintai ibu kita, karena biar bagaimanapun, ayah kita juga
orangtua kita.
Kekurangan:
entah kenapa agak membosankan hingga saya membutuhkan waktu lebih dari 2 minggu
untuk membaca buku ini (dan selama selang waktu itu, saya membaca buku-buku
lainnya yang juga saya resensikan maupun tidak). Mungkin karena layoutnya yang
menurut saya agak berantakan. Menurut saya buku ini akan lebih enak untuk
dibaca kalau saja layoutnya seperti dalam serial "Chicken Soup". Di
dalam buku ini, antara satu cerita dengan cerita lainnya terasa langsung, tanpa
ada jeda halaman. Menurut saya lebih baik kalau satu cerita selesai dalam
beberapa halaman, kemudian cerita lainnya di halaman berikutnya. Selain itu
untuk kisah si penulis dengan ibunya, terasa melompat-lompat dan diulang-ulang,
karena pada saat penulis menanggapi suatu kisah, tak jarang ia mengambil contoh
hubungan dirinya sendiri dengan ibunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar