Selasa, 30 Oktober 2012

Cara Mengatasi Tawuran



“tawuran”dapat diartikan sebagai perkelahian yangmeliputi banyak orang. Sedangkan “pelajar” adalah seorang manusia yang belajar. Sehingga
pengertian tawuran pelajar adalah perkelahian yang dilakukan oleh sekelompok orang yangmana perkelahian tersebut dilakukan oleh orang yang sedang belajarSecara psikologis, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salahsatu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian,dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik.
1. Delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka
untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkanmasalah secara cepat.2. Delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatuorganisasi tertentu atau geng. Di sini ada aturan, norma dan kebiasaan tertentu yang harus diikutiangotanya, termasuk berkelahi. Sebagai anggota, tumbuh kebanggaan apabila dapat melakukanapa yang diharapkan oleh kelompoknya. Seperti yang kita ketahui bahwa pada masa remajaseorang remaja akan cenderung membuat sebuah genk yang mana dari pembentukan genk inilahpara remaja bebas melakukan apa saja tanpa adanya peraturan-peraturan yang harus dipatuhikarena ia berada dilingkup kelompok teman sebayanya.II.

Faktor- faktor yang menyebabkan tawuran pelajarBerikut ini adalah faktor-faktor yang menyebabkan tawuran pelajar, diantaranya :a. Faktor InternalFaktor internal ini terjadi didalam diri individu itu sendiri yang berlangsung melalui prosesinternalisasi diri yang keliru dalam menyelesaikan permasalahan disekitarnya dan semuapengaruh yang datang dari luar. Remaja yang melakukan perkelahian biasanya tidak mampumelakukan adaptasi dengan lingkungan yang kompleks. Maksudnya, ia tidak dapatmenyesuaikan diri dengan keanekaragaman pandangan, ekonomi, budaya dan berbagaikeberagaman lainnya yang semakin lama semakin bermacam-macam. Para remaja yangmengalami hal ini akan lebih tergesa-gesa dalam memecahkan segala masalahnya tanpa berpikirterlebih dahulu apakah akibat yang akan ditimbulkan. Selain itu, ketidakstabilan emosi para
 
remaja juga memiliki andil dalam terjadinya perkelahian. Mereka biasanya mudah friustasi, tidak mudah mengendalikan diri, tidak peka terhadap orang-orang disekitarnya. Seorang remajabiasanya membutuhkan pengakuan kehadiran dirinya ditengah-tengah orang-orang sekelilingnya.b. Faktor EksternalFaktor eksternal adalah faktor yang datang dari luar individu, yaitu :1. Faktor KeluargaKeluarga adalah tempat dimana pendidikan pertama dari orangtua diterapkan. Jika seorang anak terbiasa melihat kekerasan yang dilakukan didalam keluarganya maka setelah ia tumbuh menjadiremaja maka ia akan terbiasa melakukan kekerasan karena inilah kebiasaan yang datang darikeluarganya. Selain itu ketidak harmonisan keluarga juga bisa menjadi penyebab kekerasanyang dilakukan oleh pelajar. Suasana keluarga yang menimbulkan rasa tidak aman dan tidak menyenangkan serta hubungan keluarga yang kurang baik dapat menimbulkan bahaya psikologisbagi setiap usia terutama pada masa remaja.Menurut Hirschi (dalam Mussen dkk, 1994). Berdasarkan hasil penelitian ditemukanbahwa salah satupenyebab kenakalan remaja dikarenakan tidak berfungsinya orang tua sebagai figure teladanyang baik bagi anak (hawari, 1997).Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa salah satu penyebab kenakalan remajadikarenakan tidak berfungsinya orang tua sebagai figure teladan yang baik bagi anak (hawari,1997). Jadi disinilah peran orangtua sebagai penunjuk jalan anaknya untuk selalu berprilakubaik.2. Faktor SekolahSekolah tidak hanya untuk menjadikan para siswa pandai secara akademik namun juga pandaisecara akhlaknya . Sekolah merupakan wadah untuk para siswa mengembangkan diri menjadilebih baik. Namun sekolah juga bisa menjadi wadah untuk siswa menjadi tidak baik, hal inidikarenakan hilangnya kualitas pengajaran yang bermutu. Contohnya disekolah tidak jarangditemukan ada seorang guru yang tidak memiliki cukup kesabaran dalam mendidik anak muruidnya akhirnya guru tersebut menunjukkan kemarahannya melalui kekerasan. Hal ini bisa saja ditiru oleh para siswanya. Lalu disinilah peran guru dituntut untuk menjadi seorang pendidik yang memiliki kepribadian yang baik.3. Faktor LingkunganLingkungan rumah dan lingkungan sekolah dapat mempengaruhi perilaku remaja.Seorang remaja yang tinggal dilingkungan rumah yang tidak baik akan menjadikan remajatersebut ikut menjadi tidak baik. Kekerasan yang sering remaja lihat akan membentuk polakekerasan dipikiran para remaja. Hal ini membuat remaja bereaksi anarkis. Tidak adanyakegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu senggang oleh para pelajar disekitar rumahnya juga bisa mengakibatkan tawuran.

Dampak karena tawuran pelajar :a.

Kerugian fisik, pelajar yang ikut tawuran kemungkinan akan menjadi korban. Baik itucedera ringan, cedera berat, bahkan sampai kematianb.

Masyarakat sekitar juga dirugikan. Contohnya : rusaknya rumah warga apabila pelajar yang tawuran itu melempari batu dan mengenai rumah wargac.

Terganggunya proses belajar mengajar.

Menurunnya moralitas para pelajar.

Hilangnya perasaan peka, toleransi, tenggang rasa, dan saling menghargaiHal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi tawuran pelajara. Memberikan pendidikan moral untuk para pelajarb. Menghadirkan seorang figur yang baik untuk dicontoh oleh para pelajar. Seperti hadirnyaseorang guru, orangtua, dan teman sebaya yang dapat mengarahkan para pelajar untuk selalubersikap baik c. Memberikan perhatian yang lebih untuk para remaja yang sejatinya sedang mencari jatidirid. Memfasilitasi para pelajar untuk baik dilingkungan rumah atau dilingkungan sekolah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat diwaktu luangnya. Contohnya : membentuk ikatan remaja masjid atau karangtaruna dan membuat acara-acara yang bermanfaat, mewajibkansetiap siswa mengikuti organisasi atau ekstrakulikuler disekolahnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar